Sejak berabad silam banyak masyarakat ber-investasi Emas atau menyimpan sebagian asset kekayaannya dalam bentuk logam ini. Kenapa? karena si logam mulia berwarna kuning ini menjadi dambaan karena keunikannya: perpaduan antara keindahan, kelangkaan, maupun sifatnya yang nyaris tak lapuk ataupung lekang karena waktu.
Dari dulu juga emas telah digunakan sebagai simpanan kekayaan dan sarana pertukaran masyarakat. Masyarakat pada umumnya ingin memiliki emas sebagai jaminan terhadap hal-hal yang tidak terduga sebagai pengganti uang tunai.
Bahkan beberapa tahun belakang ini emas dianggap sebagai kelas aset yang harus dimiliki oleh para investor sebagai bagian dari portofolio mereka. Investasi emas bisa saja berwujud dalam bentuk emas batangan, lembaran emas, saham di perusahaan emas, saham di perusahaan investasi emas seperti VGMC, surat berjangka emas dan opsi emas.
Perlu anda ketahui bahwa otoritas moneter seperti Bank Sentral dan International Monetary Fund (IMF) telah lama menggunakan emas sebagai simpanan kekayaannya. Apa dampaknya? Masyarakat menjadi percaya diri karena tahu bahwa Bank Sentral menyimpan emas – suatu aset yang tak lekang dan barang yang cenderung tidak terkena imbas inflasi seperti uang tunai.
Emas juga dapat diperdagangkan untuk mendapatkan keuntungan sehingga ada pasar emas baik spot maupun berjangka. Bila kita pergi ke bank bank syariah ataupun pegadaian memang ada “biaya oportunitas” dari menyimpan emas. Namun biaya simpan ini nilainya masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan rata rata kenaikan emas setiap tahunnya. Biaya oportunitas dari menyimpan emas di bank bank syariah ataupun pegadaian ini bisa dianggap jauh lebih aman daripada anda menyimpannya di rumah sendiri.
Namun tentunya anda tidak disarankan untuk menaruh 100% asetnya anda dalam investasi emas dan dalam portofolio aset mana pun, tidak lazim jika Anda menaruh semua telur dalam satu keranjang walaupun harga emas cenderung naik terus dari tahun ke tahun.
Simak artikel Investasi di VGMC, sebuah solusi cerdas menyimpan sebagian asset anda di perusahaan investasi pertambangan emas.



